6000 Batang Mangrove di Tanam di Pesisir Desa Bhinor, Kec. Paiton

posted in: Berita | 0

PAITON–  Kabupaten Probolinggo sebagai wilayah yang memiliki garis pantai sepanjang 72 Km, perlu melakukan upaya konservasi daerah pesisir agar terjadi kesinambungan alam. Pada saat ini bencana alam ataupun kerusakan lingkungan banyak dirasakan didaerah pesisir seperti abrasi, alih fungsi lahan, pencemaran limbah industri dan tsunami.

Dinas Perikanan mendorong kelestarian sumberdaya alam pesisir yang selaras dengan pembangunan dan kesejahteraan. Upaya Dinas Perikanan untuk melakukan rehabilitasi wilayah pesisir dengan melakukan kegiatan Rehabilitasi Ekosistem Pantai Dengan Penanaman Mangrove.

Kegiatan penanaman mangrove dilksanakan pada Sabtu, 20 Oktober 2018 di sepanjang pantai Desa Bhinor, Kecamatan Paiton sebanyak 6.000 batang dengan ukuran tinggi pohon 20-30 sentimeter (cm), jenis Rhizopora Apiculata.

Mangrove memiliki peranan penting dan manfaat yang banyak baik langsung maupun tidak langsung bagi lingkungan sekitar khususnya bagi penduduk pesisir. Pohon mangrove memiliki fungsi mengendapkan lumpur di akar-akar pohon bakau sehingga dapat mencegah terjadinya intrusi air laut ke daratan.

Yunianto S.Pi, Kepala Seksi Pendayagunaan Pesisir pada Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo menjelaskan bahwa penanaman mangrove bertujuan untuk mencegah abrasi. Mangrove memiliki akar kuat dan pertumbuhannya lebih cepat sehingga dapat tumbuh subur di kawasan pesisir. “Bila dibandingkan dengan tanaman sejenis, ini lebih baik termasuk dapat menahan gelombang mencegah abrasi pantai.

Selain melakukan penanaman mangrove, pada tahun 2018 kami juga membentuk tim pokja pengelolaan mangrove dan melakukan sosialisasi penanaman mangrove. Tujuannya untuk menjaga kelestarian sumberdaya mangrove secara berkesinambungan.

Kegiatan penanaman mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Probolinggo sudah kami agendakan setiap tahun, lanjut anto. Mengingat  pentingnya pohon mangrove terhadap lingkungan pesisir. Selain itu kami juga mengajak masyarakat pesisir untuk turut aktif menjaga ekositem mangove dengan cara tidak merusak lingkungan, menghindari penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan dan melakukan penanaman secara swadaya. Dengan begitu terjalin keselarasan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga menjaga ekositem perairan, pungkas anto.