Aplikasi Teknologi Rumah Garam On-Of Sistem KATUP GADIS Raih Juara 1 Lomba Inovasi Teknologi Provinsi Jawa Timur Tahun 2018

posted in: Berita | 0

Suparyono, Petambak garam asal Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan sekaligus Ketua Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) Kalibuntu Sejahtera 1, memperoleh penghargaan juara 1 inovasi teknologi tingkat provinsi Propinsi Jawa Timur tahun 2018. Penghargaan tersebut diraih setelah menerapkan teknologi rumah garam on-of sistem KATUP GADIS (buka tutup garam jadi super) dalam kegiatan pergaraman.

Penghargaan diberikan Gubernur Jawa Timur, Dr. Soekarwo kepada Suparyono pada Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur tahun 2018 di Gedung Grahadi, Surabaya Jumat (12/10/2018). Acara juga dihadiri oleh Kepala SKPD di Lingkungan Propinsi Jawa Timur.

“Saya sangat bersyukur, inovasi teknologi rumah garam on-of sistem KATUP GADIS yang kami lakukan kembali mendapatkan apresiasi. Saya bangga mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur,” kata Suparyono usai menerima penghargaan.

Suparyono menceritakan bahwa teknologi garam on-of dalam kelompok kami ini berawal dari informasi aplikasi teknologi terbarukan dari Dinas Perikanan untuk memanfaatkan ketersediaan bahan baku air tua dalam proses pergaraman yang melimpah.

Pada bulan April tahun 2017 kami ber inovasi dengan cara menampung bahan baku air tua dalam proses pergaraman yang melimpah didalam wadah berupa tandon terutama di musim penghujan. Awalnya kami membuat kontruksi di lahan garam dengan ukuran 6 x 10 m untuk tempat pembuatan garam/ meja garam. Sisi kanan kirinya menggunakan bambu sedangkan dibagian bawah kami pasang geomembran. Kemudian kami masukkan air dan mengelolahnya untuk menjadi garam, Alhamdulilah produksi garam kami meningkat dibandingkan cara yang biasannya.

Pada pertengahan tahun ternyata sering terjadi hujan sehingga mengganggu aktifitas produksi garam yang di hasilkan. Kemudian kami ber inovasi dengan cara menampung bahan baku air tua dalam proses pergaraman yang melimpah didalam tandon tadi itu. Kontruksi tandon kita sesuaikan dengan keadaan lingkungan sekitar tambak garam. Kemudian air tersebut kami olah lagi menjadi garam, alhamdulilah berhasil juga, tambahnya.

Sementara itu, Wahid Noor Azis, Kepala Bidang Perikanan Tangkap pada Dinas Perkanan Kabupaten Probolinggo menyampaikan pemberian penghargaan kali ini membuktikan bahwa inovasi teknologi rumah garam on-of sistem KATUP GADIS menurut tim penilai bisa di terapkan kepada semua petambak garam di Jawa Timur, bukan hanya di Kabupaten Probolinggo.

Penerapan teknologi teknologi garam on-of dalam kegiatan pergaraman merupakan salah satu inovasi atau terobosan mengantisipasi berubahnya cuaca yang tidak menentu. Upaya yang dilakukan adalah dalam memaksimalkan bahan baku yang menjadi menjadi garam. Inovasi tersebut menjadi solusi permasalahan di kondisi cuaca La-nina atau tidak menentu sehingga dapat memproduksi garam sepanjang waktu pada saat musim hujan dan musim kemarau.

Pada saat ini upaya pemerintah dalam memacu kompetensi usaha dan kualitas sumber daya masyarakat yang tangguh, berkelanjutan dan berdaya saing adalah menghargai dan melaksanakan inovasi teknologi bagi masyarakat salahsatunya Teknologi rumah garam on-of sistem KATUP GADIS ini.

Dinas Perikanan akan mensosialisasikan teknologi garam on-of pada petambak garam lainnya di Kabupaten Probolinggo dan daerah penghasil garam lainnya. Selain itu kami memfasilitasi pemberian sarana usaha garam rakyat kepada kelompok di Kabupaten Probolinggo dengan harapan petambak garam bisa menerapkan inovasi dan menerapkannya dilapangan sehingga meningkatkan produksi garam rakyat, tegasnya.