Dinas Perikanan Adakan Pelatihan Teknik Rehabilitasi Mangrove

posted in: Berita | 0

Sumberasih – Dalam rangka menjaga kelestarian sumberdaya alam pesisir dan upaya konservasi daerah pesisir, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo bersama dengan UPT Pelatihan Teknis Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Probolinggo pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur mengadakan Pelatihan Teknik Rehabilitasi Mangrove di Kabupaten Probolinggo di Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih pada hari Rabu-Kamis (17-18/10/2018). Sosialisasi ini diikuti oleh 30 orang peserta dari perwakilan  nelayan Kecamatan Tongas dan Kecamatan Sumberasih.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat nelayan dalam menjaga dan melakukan pemulihan ekosistem mangrove di Kabupaten Probolinggo. Selain itu juga memberikan pembelajaran tentang jenis-jenis mangrove dan bagaimana cara untuk penanaman mangrove serta perawatannya.

Pelatihan Teknik Rehabilitasi Mangrove dibuka oleh Wahid Noor Azis A.Pi MT, Kepala Bidang Perikanan Tangkap pada Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa ekosistem mangrove sangat rentan akan terjadi kerusakan baik karena faktor alam berupa abrasi ataupun faktor akibat pengrusakan yang pada umumnya disebabkan oleh konversi lahan secara tidak terkendali.

Pada saat ini sebagian besar masyarakat pesisir masih sangat kurang dalam untuk mendapatkan Ilmu pengetahuan tentang fungsi dan manfaat mangrove. Hal ini dapat dilihat dari kurang tanggapnya masyarakat terhadap kerusakan mangrove yang ada dan masih kurangnya komunitas yang bergerak dalam bidang konservasi ekosistem mangrove.

‘Solusi efektif dalam penyelesaian masalah ini adalah melakukan sosialisasi ataupun pelatihan penanaman mangrove, seperti pada saat ini ujar wahid”.

Dengan dilaksanakannya pelatihan penanaman mangrove ini kami mengharapkan agar nelayan dan masyarakat pesisir di Kabupaten Probolinggo untuk turut aktif menjaga ekositem mangrove menjaga ekosistem pantai merupakan tugas bersama, Sinergisitas dalam pengelolaan dan konservasi mangrove tentunya harus melibatkan berbagai pihak, baik masyarakat maupun pemerintah, lanjut wahid.

Materi Pelatihan Teknik Rehabilitasi Mangrove di isi oleh Dr. Nuddi Harahab dari Universitas Brawijaya tentang jenis-jenis mangrove, teknik penanaman mangrove.

Dalam materinya Dr. Nuddi menyampaikan ekosistem hutan mangrove merupakan komunitas tumbuhan pesisir yang memiliki manfaat sangat besar, diantaranya berfungsi secara ekologis berupa feeding groundspawning ground, dan nursery ground. Secara fisik, hutan mangrove menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dan tebing sungai, mencegah terjadinya erosi laut, serta sebagai perangkap zat-zat pencemar dan limbah, mempercepat perluasan lahan, melindungi daerah di belakang mangrove dari hempasan dan gelombang serta angin kencang.

Sementara itu, dalam materi lainnya Yunianto S.Pi, Kepala Seksi Pendayagunaan Pesisir pada Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo menjelaskan mangrove di Kabupaten Probolinggo tersebar di seluruh Kecamatan berpantai, mulai dari Kecamatan Tongas sampai Kecamatan Paiton. Jenis mangrove dan karakteristik di Kabupaten Probolinggo beragam mulai dari jenis Rhizopora, Avicenia, Bulugueria dan Nippah ada semua disini.

Upaya Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo sebagai leading sektor dalam pemulihan kelestarian ekositem mangrove adalah melakukan penamanan mangrove, membentuk tim pokja pengelolaan mangrove dan melakukan sosialisasi penanaman mangrove.

“Hal tersebut adalah bentuk komitmen kami dalam upaya konservasi daerah pesisir agar terjadi kesinambungan alam, pungkas Anto”.