Dinas Perikanan Adakan Pertemuan Pengelolaan Kawasan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

posted in: Berita | 0

Sumberasih – Untuk kesekian kalinya ditahun ini Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur kembali berkomitmen dalam menjaga kelestarian sumberdaya alam pesisir dan upaya konservasi daerah pesisir,

Pada kali ini kegiatan yang dilakukan adalah Pertemuan Pengelolaan Kawasan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih pada hari Rabu (31/10/2018). Pertemuan ini diikuti oleh 30 orang peserta dari perwakilan nelayan dan tokoh masyarakat di Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih.

Tujuan di lakukan pertemuan ini adalah untuk menciptakan ketertiban dalam pemanfaatan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil dalam hal penangkapan ikan, pembudidayaan ikan, pariwisata alam perairan serta penelitian dan pendidikan berdasarkan asas dan prinsip konservasi sumber daya ikan. selain itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil dalam menjaga dan melakukan pemulihan ekosistem perairan di Kabupaten Probolinggo.

Pertemuan pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil dibuka oleh Yunianto S.Pi, Kepala Seksi Pendayagunaan Pesisir pada Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo. Dalam sambutannya beliau menyampaikan pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil perlu dilakukan sebagai upaya perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil serta ekosistemnya untuk menjamin keberadaan, ketersediaan dan kesinambungan sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragamannya.

Sebuah pengelolaan kawasan pesisir nantinya akan membentuk Kawasan Konservasi Perairan. Dengan terciptannya kawasan konservasi perairan inilah diharapkan memiliki efek positif pada biomassa dan stok ikan, dengan meningkatkan hasil perikanan di perairan disekitarnya.

Sebuah kawasan konservasi perairan dibagi kedalam beberapa zona seperti zona inti, zona pemanfaatan, zona perikanan berkelanjutan dan zona lainnya. Nelayan dilarang memancing di daerah-daerah  zona inti karena daerah ini diperuntukan sebagai daerah untuk perkembangbiakan ikan secara khusus tanpa diganggu oleh aktivitas manusia apapun kecuali untuk penelitian, lanjut Anto.

Dalam pertemuan pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, peserta yaitu nelayan dan tokoh masyarakat di Pulau Gili Ketapang di Desa Gili Ketapang mendapatkan materi dari praktisi Konsorsium Mina Bahari (KMB) Jawa Timur yang berjudul Pengelolaan pesisir dan pulau-pulau kecil.

Dalam materinya Dr. Tarsan Konsorsium Mina Bahari (KMB) Jawa Timur menyampaikan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil mempunyai sumber daya hayati yang tinggi. Kontribusi sumberdaya hayati pesisir saat ini terbanyak untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat dari perikanan pesisir dan laut.

Selain berpotensi mengembangkan sumber pangan baru, kawasan pesisir juga menyediakan potensi sumber energi terbaharukan dari biomassa mangrove, produk turunan sagu dan nira nipah yang dapat diolah menjadi bioetanol yang melimpah dan siap dimanfaatkan.

Pemanfaatan keanekaragaman hayati untuk kemandirian masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil, dapat dilakukan melalui kegiatan pengelolaan lestari kawasan pesisir dan laut, revitalisasi pesisir, pemanfaatan keanekaragaman hayati pesisir dan pantai, serta usaha budidaya dan penerapan teknologi tepat guna untuk memberi nilai tambah hasil sumberdaya pesisir dan pantai, pungkas Tarsan.