Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Adakan Evaluasi Kegiatan dan Pelatihan Uji Coba Penggunaan Jaring Milenium

posted in: Berita | 0

PAITON – Dalam rangka untuk mencari terobosan baru dalam usaha penangkapan melalui teknologi yg efektif dan tepat guna, Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo mengadakan evaluasi kegiatan dan pelatihan uji coba penggunaan jaring milenium di Desa Curah Dringu, Kecamatan Tongas pada hari Senin (5/11/2018). Sosialisasi ini diikuti oleh 50 orang peserta dari perwakilan  nelayan Kecamatan Tongas dan Kecamatan Sumberasih.

Kepala Seksi Kenelayanan pada Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Heny Wulandari S.Pi, mengungkapkan, evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas penggunaan jaring milenium terhadap kegiatan penangkapan ikan dilaut. Selain itu untuk mendapatkan masukan dari nelayan alat tangkap yang cocok digunakan nelayan.

Pelatihan dan uji coba penggunaan jaring milenium yang telah kami lakukan selama tahun 2018 pada dasarnya, untuk berusaha menemukan teknologi penangkapan yang efektif dan efisien untuk nelayan Kabupaten Probolinggo. Saat ini Jaring millenium, sudah banyak digunakan oleh nelayan khususnya di pantura, keuntungan dari jaring milenium ini adalah: tidak mudah tersangkut, umumya relatif lama bisa sampai 10-12 tahun, dan perawatannya mudah, selain itu sejak memakai jaring milleium ini pendapatan nelayan rata-rata meningkat secara signifikan.

 

Kami ingin menerapkan seperti Nelayan di beberapa daerah telah menerapkan teknologi penangkapan jaring milenium dan hasilnya banyak dan ramah bagi lingkungan, lanjut Heny.

Jaring milenium merupakan modifikasi jaring insan (gill net), yakni jaring yang terbuat dari nylon multifilament twine dan alat itu diberi nama jaring milenium karena di dalam perairan jaring tersebut memantulkan cahaya dan berwarna blink atau mengkilap.

Kelebihan jaring milenium itu ketika dioperasikan di dalam air, maka benang pada badan jaring akan membuka pilinannya karena faktor arus, sehingga ikan target ketika menabrak jaring.

Ikan yang tertangkap tidak hanya terjerat pada bagian insang, tetapi juga bagian duri, sirip, operkulum dan sebagainya karena menyangkut ke dalam benang pilinan yang terbuka, sehingga mudah tertangkap.

Dengan menggunakan jaring milenium, diharapkan dapat meningkatkan produksi tangkapan ikan nelayan dan menjadi alternatif diversifikasi alat tangkap yang ramah lingkungan. “Selain itu jaring milineum itu, juga tidak melanggar Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 02 Tahun 2015,” pungkasnya.

Sementara itu menurut Umar, Nelayan dari Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih dirinya sangat mendukung penggunaan jaring milenium untuk nelayan kecil Probolinggo. Proses penggunaan jaring milenium sangat mudah, selain itu setelah diterapkan hasil tangkapan 10 kali lipat lebih banyak ketimbang jaring biasa.

”Saya berharap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo tahun depan bisa mengadakan pelatihan jaring milenium dan memberikan bantuan kepada nelayan kecil, mengingat banyaknya perolehan hasil tangkapan dengan menggunakan jaring milenium”.