Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Adakan Pelatihan Pembuatan Pakan Mandiri

posted in: Berita | 0

DRINGU – Dalam rangka mendukung program gerakan pakan ikan mandiri Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan pembuatan pakan mandiri bagi pembudidaya ikan bagi Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo pada Kamis (1/8/2019). Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang pembudidaya ikan air tawar dan perwakilan UPR di Kabupaten Probolinggo

Pelatihan pembuatan pakan mandiri di buka oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Dinas Perikanan telah membuat terobosan untuk menghadapi mahalnya pakan ikan. Dinas Perikanan membuat pakan ikan alternatif dengan harga murah dan berkualitas.

Pada saat ini harga pakan ikan pabrikan sangat tinggi, sebagai contohnya pakan ikan lele pabrikan dihargai Rp 12-15 ribu/kg. Sedangkan pakan mandiri yang kita gagas harganya Rp 6-7 ribu/kg. Ini menjadi pakan alternatif bagi pembudidaya ikan lele di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Berkat inovasi pembuatan pakan ikan lele mandiri tersebut berdampak pada peningkatan produksi ikan Kabupaten Probolinggo. “Kalau dulu Kabupaten Probolinggo mendatangkan ikan lele dari luar daerah, sekarang terbalik. Kita yang mengirimkan lele ke luar daerah. Produksi lele kita terus meningkat, imbuhnya.

Setelah dibuka secara resmi oleh Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo, para pembudidaya ikan diajarkan teori dan praktik pembuatan pakan ikan. Selama pelatihan mereka mendapatkan materi yang berjudul formula pakan madiri dari Dr. Arning Wilujeng (Universitas Brawijaya) dan materi tentang Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB) dari Ibu Corry M Patipelloty (Direktorat Pakan dan Obat ikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan).

Ibu Corry M Patipelloty dalam materinya menyampaikan bahwa usaha budidaya ikan air tawar telah mampu menjadi tumpuan hidup banyak masyarakat karena memberikan keuntungan yang tinggi sehingga bukan lagi menjadi usaha sampingan tetapi menjadi usaha pokok. Pakan merupakan unsur penting dalam menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan.

Dalam pembuatan pakan diperlukan pengawasan secara menyeluruh sebagai suatu sistem manajemen mutu yang dimulai dari pra produksi, produksi dan pasca produksi dengan maksud agar pakan yang dihasilkan sesuai standar mutu dan persyaratan teknis yang telah ditetapkan serta sesuai dengan kebutuhan nutrisi

Pengawasan dalam pembuatan pakan ikan diperlukan sebagai upaya pencegahan terjadinya penyimpangan mutu pakan yang dapat merugikan konsumen, untuk itu perlu disusun konsep Cara Pembuatan Pakan Ikan Yang Baik (CPPIB), pungkasnya.

Sedangkan Dr. Arning Wilujeng dalam materinya yang berjudul formula pakan madiri menyampaikan bahwa Usaha pengembangan budidaya perikanan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan pakan yang cukup dalam jumlah dan kualitasnya untuk mendukung produksi yang lebih maksimal. Dalam budidaya ikan faktor pakan merupakan komponen biaya terbesar, sekitar 60 70% biaya untuk budidaya pembesaran ikan berasal dari pakan sehingga perlu pengelolaan yang efektif dan efesiesn salah satu upaya untuk meningkatkan produksi adalah dengan penyediaan pakan berkualitas baik dan murah dari segi ekonomi maupun kualitasnya.

Persyaratan bahan pakan adalah mempunyai nilai gizi yang tinggi, mudah diperorel, mudah diolah, harga relatif murah dan tidak mengandung racun. Sedangkan informasi dasar yang diperlukan dalam menyusun formula pakan adalah kita harus mengetahui kebutuhan nutrisi ikan, kebiasaan makan dan makanan ikan, komposisi bahan, dan tipe pakan yang diinginkan, ungkapnya.