Dinas Perikanan Sosialisasikan Jenis Ikan Yang Dilindungi Kepada Nelayan Kabupaten Probolinggo

posted in: Berita | 0

Tongas – Dalam rangka melakukan pengendalian terhadap pemanfaatan biota perairan yang dilindungi dan terancam punah, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo bersama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur mengadakan sosialisasi jenis ikan yang dilindungi di Desa Curah Dringu, Kecamatan Tongas pada hari Jumat(24/8/2018). Sosialisasi ini diikuti oleh 50 orang peserta dari perwakilan  nelayan Kecamatan Tongas dan Kecamatan Sumberasih.

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat nelayan dalam melakukan penangkapan ikan di laut khususnya ikan – ikan yang di lindungi atau yang dilarang. Selain itu juga memberikan pembelajaran bagaimana cara untuk penanganan terhadap ikan yang di lindungi ini manakala terdampar sehingga dapat meminimalisir kematian.

Sosialisasi jenis ikan yang dilindungi dibuka oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 45 Tahun 2009 atas perubahan UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan yang didalamnya menyebutkan beberapa jenis ikan yang dilindungi termasuk didalamnya adalah beberapa jenis ikan yang ada di wilayah perairan Kabupaten Probolinggo.

“Beberapa jenis ikan yang dilindungi yang ada di wilayah perairan Kabupaten Probolinggo diantaranya adalah jenis penyu, kerang kima dan hiu paus atau sering dikenal dengan hiu tutul. Selain itu juga ada beberapa jenis karang hias,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap dengan adanya kegiatan ini masyarakat nelayan bisa mengetahui dan paham tentang jenis-jenis ikan yang dilindungi sehingga bisa berperan aktif dalam ikut menjaga dan melakukan pengawasan.

Dalam kegiatan ini, nelayan yang hadir mendapatkan materi dari Ardiani Maria Sari dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dan Gigih dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Bali. Narasumber tersebut membekali nelayan pengetahuan tentang jenis-ikan  ikan yang dilindungi, peraturan yang mengatur dan konsekwensi hukumnya.

Gigih Narasumber dari BPSPL Denpasar dalam materinya gigih menyampaikan bahwa ada beberapa jenis ikan yang yang dilindungi dengan status perlindungan penuh pada seluruh siklus hidup dan/atau bagian-bagian tubuhnya oleh pemerintah intonesia yaitu ikan pari manta dan Ikan Hiu Paus (Rhincodan typus). Hal ini berdasarkan  Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 18/ KEPMEN – KP /2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus (Rhincodan typus) dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia  Nomor: 4 /KEPMEN–KP/2014 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Pari Manta.

“Berdasarkan UU No.31/2004 jo UU No.45/2009 (pasal 100, 100 B), pelanggaran terhadap pemanfaatan jenis ikan yang dilindungi oleh negara, dapat dipidana paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp. 250.000.000 (dua ratus lima puluh juta), lanjut gigih.