Diskan Kab. Probolinggo Gelar Bimtek Intensifikasi Usaha Garam Rakyat

posted in: Berita | 0

DRINGU –  Dalam upaya untuk wujud implementasi dari UU No. 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo menggelar bimbingan teknis (bimtek) intensifikasi usaha garam rakyatdi aula KPRI Prastiwi Kabupaten ProbolinggoJl Raya Dringu Kecamatan Dringu, Selasa (17/11/2020).Kegiatan Bimtek diikuti oleh oleh 50 orang peserta terdiri dari perwakilan masyarakat Desa Asembagus Kecamatan Kraksaan (PKK dan Karang Taruna) serta KUGAR di wilayah sekitar Desa Asembagus Kecamatan Kraksaan sebanyak 5 kelompok.

Dalam upaya mencegahan penyebaran COVID-19, menghindari kerumunan dan sebagai bentuk untuk mematuhui protocol kesehataan, pesertadiwajibkan memakai masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir/handsanitizer dan menjaga jarak..

Bimtek intensifikasi usaha garam rakyat secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi. Dalam Sambutannya Kepala Dinas Perikanan menyampaikanbahwa Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang memiliki potensi yang sangat besar.Pada tahun 2020 luas lahan tambak garam di Kabupaten Probolinggo sebesar 315,992 Ha yang tersebar di 4 kecamatan pantai yaitu kecamatan Gending, Pajarakan, Kraksaan dan Paiton.

Kegiatan kali ini bertujuan untuk menambah pengetahuan petambak garam rakyat agar bisa melakukan diversifikasi usaha.Tahun lalu kami menerapkan inovasi teknologi rumah garam on-of sistem KATUP GADIS. Inovasi tersebut menjadi solusi permasalahan di kondisi cuaca La-nina atau tidak menentu sehingga dapat memproduksi garam sepanjang waktu pada saat musim hujan dan musim kemarau. Hal tersebut terbukti sebagai upaya memaksimalkan bahan baku yang menjadi menjadi garam, lanjut Dedy.

Produktifitas garam rakyat diKabupaten Probolinggo pada tahun 2019 sebesar 90,71 ton/ha, kami harapkan dengan adanya bimtek kali ini produksi petambak garam bisa meningkat dan bisa mencapai 100 ton/ha harapnya.

Setelah sambutan dari Kepala Dinas Perikanan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi sebagai narasumber berasal dari Diskan Kabupaten Probolinggo yaitu Hari Pur SulistionoKepala Bidang Perikana Tangkapdengan materi kebijakan pemerintah daerah dalam upaya pengembangan usaha garam rakyat.

Dalam materi Hari pur menyampaikan bahwa upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah melalui Dinas Perikanan dalam upaya pengembangan usaha garam rakyat adalah menerapkan teknologi terbarukan. Dinas Perikanan memperkenalkan inovasi teknologi rumah garam on-of sistem KATUP GADIS dan pemasangan geomembran dimeja garam.

Pemasangan geomembran dimeja garam dapat meningkatkan produksi dan kualitas garam serta harga jualnya. Prosentase garam kw 1 tahun 2019 sebesar 25,57% dari total produksi, lebih tinggi dibandingan tahun 2018yang hanya 20% dari total produksi tahun 2018, ungkapnya. Selain penerapan teknologi ya