Diskan Kabupaten Probolinggo Sosialisasikan GMP dan SSOP Produk Hasil Perikanan

posted in: Berita | 0

PAITON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perikanan memberikan Good Manufacturing Process (GMP) dan Stantart Sanitasion Operating Prosedur (SSOP) kepada pelaku usaha perikanan dan kelautan di Pantai BOHAY (Bhinor Harmony), Paiton pada hari Kamis (20/9/2018). Sosialisasi ini diikuti oleh 30 orang peserta yang merupakan pelaku usaha perikanan di bidang olahan hasil perikanan dari Kecamatan Kraksaan dan Paiton Kabupaten Probolinggo.

Tujuan dilaksanakannya sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman para pengolah dan pemasar hasil perikanan terhadap standar produk sebagai upaya peningkatan jaminan mutu dan keamanan produk perikanan.

Sosialisasi GMP dan SSOP dibuka oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa pada saat ini persaingan usaha telah dimulai temasuk produk hasil perikanan. Banyak sekali tantangan yang dihadapi dalam untuk meningkatan daya saing salah satunya peningkatan mutu dan keamanan produk perikanan

“Kurangnya pemahaman dan kesadaran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia tentang pentingnya penerapan standar dan regulasi keamanan pangan menjadi kendala dalam meningkatkan persaingan usaha. Padahal konsumen kini lebih pandai dan selektif dalam membeli produk yang diinginkan. Konsumen memiliki beragam pilihan yang sesuai dengan selera mereka yang akan dikonsumsi, bermutu dan tentunya halal,” ungkapnya.

Menurut Dedy, usaha untuk tetap menjaga mutu dan keamanan produk perikanan didapatkan dengan menerapkan GMP dan SSOP. Dimana GMP atau cara pengolahan yang baik merupakan cara/teknik berproduksi yang baik dan benar untuk menghasilkan produk yang benar memenuhi persyaratan keamanan pangan.

“Sedangkan SSOP atau prosedur operasi standar sanitasi merupakan prosedur pelaksanaan sanitasi standar yang harus dipenuhi oleh suatu UPI (Unit Pengolahan Ikan) untuk mencegah terjadinya kontaminasi terhadap produk yang diolah, ” pungkasnya.

Materi GMP dan SSOP diisi oleh Kepala Bidang Bina Usaha Perikanan pada Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Diah Sri Wahyu Puji Astuti dalam materinya menyampaikan persyaratan Cara Produksi pangan Olahan yang Baik berdasarkan Kepmenkes RI No. 23/Men.Kes/SK/I/1978 yang meliputi pemilihan lokasi, bangunan, fasilitas sanitasi, alat produksi, bahan, proses pengolahan, produk akhir, laboratorium, karyawan, wadah dan pembungkus, label, penyimpanan serta pemeliharaan.

Sementara itu, Kasi Mutu dan Diversifikasi Produk Diskan Kabupaten Probolinggo Nurhafiva mengatakan di pengolah Kabupaten Probolinggo rata-rata masih pemula, perlu diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya GMP dan SSOP sehingga dapat melaksanakan kegiatan pengolahan sesuai dengan standart yang telah ditentukan.

Dalam materi lainnya ada delapan kunci dalam persyaratan sanitasi yaitu keamanan air dan es, kondisi kebersihan saat kontak dengan produk, pencegahan kontaminasi silang, menjaga fasilitas sanitasi, proteksi dari bahan kontaminan, melakukan pelabelan, penyimpanan dan penggunaan bahaya toksin, melakukan pengawasan konsisi kesehatan personil, seta pengendalian pest(serangga dan hewan lainnya).

Kami berharap agar ke depan setiap pelaku usaha perikanan untuk bisa menerapkan GMP dan SSOP sehingga produk yang dihasilkan yang bermutu dan aman untuk dikonsumsi serta tidak mengandung bahan-bahan yang membahayakan terhadap kesehatan manusia. “ Dengan begitu mereka bisa menjual produknya bukan hanya di Kawasan Probolinggo, tetapi juga regional Jawa Timur dan nasional. “harapnya.