Gerakan Pesisir Berseri Kabupaten Probolinggo Tahun 2018

posted in: Berita | 0

Tongas – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-73 Provinsi Jawa Timur, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo mengadakan  kegiatan bertajuk Gerakan Pesisir Berseri (Bersih, Indah dan Lestari) di Pantai Bahak Desa Curah Dringu Kecamatan Tongas pada hari Kamis (25/10/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh 250 orang peserta terdiri dari masyarakat nelayan dan Pegawai Diskan Kabupaten Probolinggo serta Dharma Wanita Persatuan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk memberikan wawasan kepada masyarakat pesisir tentang arti menjaga lingkungan akan tetap lestari dan berkelanjutan.

Gerakan Pesisir Berseri (Bersih, Indah dan Lestari) dimulai pada pukul 08.30 hingga 12.00 WIB dan ditandai dengan penyerahan simbolis Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo kepada masyarakat pesisir berupa bibit mangrove dan peralatan kebersihan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi dalam sambutannya mengatakan bahwa potensi pesisir Kabupaten Probolinggo cukup besar, dengan panjang pantai 72 km dan luas hutan mangrove mencapai 366,2 hektar banyak sekali kekayaan alam yang dapat di manfaatkan. “Pada saat ini, ekosistem  mangrove yang ada mulai dijadikan destinasi wisata di wilayah pesisir diantaranya Pantai Duta di Desa Randutatatah Kecamatan Paiton, Pantai Bohay di Desa Binor Kecamatan Paiton dan Pantai Bahak Desa Curah Dringu Kecamatan Tongas yang sekarang mulai berkembang,” katanya.

Menurut Dedy, cemara laut atau cemara udang selain untuk menahan abrasi juga berfungsi sebagai peneduh bagi pengunjung dan wisatawan yang datang. Selama ini Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersinergi dengan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk dapat mengembangkan destinasi wisata sesuai dengan tupoksi sehingga dapat cepat berkembang. Masyarakat diharapkan dapat mendukung dengan ikut menjaga serta memelihara potensi yang ada.

“Harapan  ke depan dampak dari aksi ini dapat meningkatkan destinasi wisata yang ada, Seperti Pantai Bohay Binor, Pantai Tambaksari Pajarakan, Dringu dan Pabean serta Pantai Bahak selain Pantai Bentar, Gili Ketapang dan Pantai Duta yang sudah eksis sebelumnya. Sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar, baik itu pedagang, penjualan  makanan atau penjual souvenir bagi pengunjung yang datang,” harapnya.

Sementara menurut Supiyan, salah satu nelayan asal Desa Curah Dringu Kecamatan Tongas, dirinya sangat mendukung adanya aksi ini, karena ini sebagai wujud nyata dalam menggerakkan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan.

“Sangat salut dengan aksi bersih-bersih pantai hingga penanaman mangrove kali ini, selain sangat bermanfaat, acara semacam ini layak di contoh dan meningkatkan kesadaran masyarakat itu sendiri, dengan ini masyarakat menjaga  kebersihan dimana ia berada.