KKP Rehabilitasi Kawasan MangrovePesisirKabupatenProbolinggo

posted in: Berita | 0

DRINGU ā€“Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melaksanakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Sektor Kelautan dan Perikanan melalui Rehabilitasi Kawasan Mangrove di KabupatenProbolinggo. Beberapa program yang dilaksanakan meliputi penanaman mangrove, pembangunan nursery/pusat pembibitan mangrove, pembangunan sarana ekowisata tracking mangrove serta pemanfaatan produk olahan mangrove.

Penanaman mangrove seluas 200 Ha akan dilakukan di 12 lokasi di seluruh Indonesia, yaitu Provinsi Aceh terletak di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Bangka Belitung terletak di Kabupaten Belitung, Provinisi Sumatera Barat terletak di Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Lampung terletak di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Jawa Barat terletak di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Tengah terletak di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Timur terletak di Kabupaten Sampang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Lamongan, Provinsi Kalimantan Barat terletak di Kabupaten Menpawah, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur terletak di Kota Kupang.

Yunianto HP, Kepala Seksi Pendaygunaan Wilayah Pesisir pada Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, saat dikonfirmasi Selasa, (17/11/2020) membenarkan Kabupaten Probolinggo mendapatkan program PEN tahun 2020 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Program bantuan kepada kelompok berupa peralatan olahan mangrove dan pelatihan pemanfaatan produk olahan mangrove sudah dilaksanakan pada tanggal 12 November 2020.  Pelatihan ini diikuti oleh 20 orang istri-istri nelayan, mereka dilatih untuk mengelolah hasil turunan mangrove.

Sedangkan untuk program lainnya, rencananyaakan ada padat karya penanaman mangrove di wilayah Kecamatan Tongas seluas 2 hektar di Desa Curah Dringu dan Tongas Wetan) serta di Kecamatan Sumberasih seluas 1 hektar di Desa Banjarsari. Serta pembangunan tracking mangrove dari Ditjen PRL di Tambak Bahak sebagai bagian dari pusat restorasi dan pengembangan ekosistem pesisir di Tambak Bahak, ungkapnya.

Rehabilitasi tanaman mangrove di pesisir Desa Banjarsari, Desa Curah Dringu dan Tongas Wetan bertujuan untuk menangkal abrasi serta meningkatkan ekosistem laut. Tak hanya itu, lokasi ini juga diharapkan dapat menjadi daerah ekowisata yang dapat memberikan mata pencaharian alternatif bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Probolinggoā€¯ ujar ipung.

Semoga dengan adanya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Sektor Kelautan dan Perikanan ini dapat dirasakan masyarakat pesisir di Kabupaten Probolinggo. Sehingga dapat berdampak pada pelestarian ekosistem dan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan mata pencaharian alternatif, pungkasnya.