Masuki Musim Penghujan Diskan Kabupaten Probolinggo Ingatkan Nelayan Untuk Waspada

posted in: Berita | 0

Probolinggo – Rabu (27/11/2017) Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo mengingatkan para nelayan di Kabupaten Probolinggo agar tetap waspada saat melaut. Pasalnya, sejak satu minggu terakhir daerah Proboinggo dilanda hujan disertai dengan angin kencang.

Hal ini berdasarkan Informasi dari Badan Meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) stasiun metrologi klas I Juanda Surabaya pada tanggal 26 Nopember 2017 yang isiinya adanya peringatan dini cuaca ekstrim di Jawa Timur pada tanggal 26-28 Nopember 2017. Daerah probolinggo temasuk dalam kawasan potensi hujan lebat dan ekstreme.

Masyarakat dihimbau untuk waspada dalam pada kondisi perubahan cuaca. Untuk Nelayan diharapkan waspada dan menunda aktifitas penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda.

Wahid Noor Azis A.Pi MT, Kepala Bidang Perikanan Tangkap pada Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo mengatakan, kami harap dalam beberapa hari ini nelayan untuk lebih waspada dan tidak melaut karena hujan disertai dengan angin kencang dapat membuat gelombang air laut menjadi tinggi. Kita tidak melarang atau menakuti nelayan dalam mencari rezeki di laut, namun kita hanya bisa mengingatkan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Apalagi saat ini musim penghujan yang tidak bisa diprediksikan turunnya, bisa hujan itu turunnya siang bisa juga malam,

Sejauh ini kami berkoordinasi dengan Badan Meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) secara rutin untuk mendapatkan data terbaru tentang kondisi cuaca. Untuk saat ini sampai dengan tanggal 30 Nopember 2017 bahwa ketinggian gelombang air laut di Jawa bagian Timur diprediksi 1 s/d 2,5 meter. Namun, tidak tertutup kemungkinan gelombang itu akan naik lebih tinggi lagi dikarenakan cuaca hujan disertai angin kencang masih melanda daerah kita. ” tambah Wahid.

Sementara itu, hasil kunjungan Dinas Perikanan di Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan dan  Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih terlihat bahwa sejumlah nelayan tidak melut karena hujan yang kencang. Nelayan banyak yang memperbaiki alat tangkap, memperbaiki perahu.

Umar salah seorang nelayan asal Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, saat dikonfirmasi di lokasi menyampaikan ” kita sadar kalau sekarang anginnya kencang sekali dan bahaya untuk melaut. Memang pendapatan kita berkurang tapi kita tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap nelayan, apalagi kebanyakan nelayan kita itu bermalam di tengah lautan sehingga memang rawan jika gelombangnya tinggi,” Kita hanya bisa berharap angin bisa reda dan menunggu informasi lanjutan dari Dinas Perikanan untuk melaut, pungkasnya.