Mata Air di Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces, Lokasi Potensial Untuk Budidaya Ikan Nila

posted in: Berita | 0

Leces- Gairah usaha budidaya ikan air tawar terus meningkat seiring terus tumbuhnya kebutuhan masyarakat terhadap ikan konsumsi. Salah satunya adalah warga Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces bersemangat untuk mengembangkan usaha budidaya ikan air tawar dengan komoditi ikan nila.

Sutomo, pembudidaya ikan nila di Desa Sumber Kedawung Rabu, (5/9/2018) mengatakan bahwa budidaya ikan nila sangat menguntungkan. Ikan nila mudah untuk dibudidayakan di mata air yang berada di Desa kami. Kondisi lingkungan mata air disini cocok dengan kehidupan ikan nila memiliki sumber pakan alami yang melimpah dan airnya mengalir sepanjang tahun.

Selain itu memiliki harga jual yang cukup tinggi serta pemasaran yang cukup menjanjikan. Saat ini terdapat 8 orang dan memiliki 17 unit jaring tancap yang melakukan budidaya ikan jaring tancap. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2017 yang hanya 8 unit jaring tancap dan 4 orang yang melakukan budidaya dan mengelolah sarana percontohan dari Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo.

Usaha budidaya ikan nila yang kami lakukan telah mampu memberikan tambahan penghasilan yang cukup bagi kami. Hal ini menjadi daya tarik masyarakat disini untuk mengembangkan budidaya ikan nila, terangnya.

Sementara itu Kepala Seksi Produksi Perikanan Budidaya pada Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Asmiyati Kurnianingsih S.Pi, menyampaikan bahwa permintaan akan konsumsi ikan air tawar (ikan lele, ikan mas dan ikan nila) selalu meningkat setiap tahun. Dinas Perikanan berupaya untuk mengembangkan dan meningkatkan produksi perikanan dari sektor budidaya dengan memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada.

Pada tahun 2017 Dinas Perikanan menerapkan teknologi adaptif budidaya perikanan dengan cara pengembangan teknik budidaya ikan air tawar menggunakan jaring tancap. Kegiatan tersebut kami laksanakan di mata air yang berada di Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces.

Jaring tancap yang kami pasang mempunyai ukuran 3 x 3 meter sebanyak 8 unit. Metode yang kami gunakan dengan prinsip memanfaatkan sumberdaya air untuk budidaya ikan bagi masyarakat sekitar tanpa mengganggu fungsi air sebagai irigasi. Bahkan dengan adannya jaring tancap dihapkan dapat mengurangi gulma air yang ada dengan cara memanfaatkannya sebagai pakan tambahan/alami sehingga biaya opersional dapat ditekan.

Sumber air yang mengalir juga jadi nilai tambah bagi pertumbuhan ikan nila yang menyukai air bersih. “Saya berkeyakinan kegiatan budidaya dengan menggunakan jaring tancap di Desa Sumber Kedawung bisa berkembang, mengingat lokasinya sangat potensial untuk budidaya ikan Nila” lanjut asmi.

Kami akan terus memantau dan membina pembudidaya yang ada agar kegiatan budidaya ikan nila dapat berkembang dan meningkatkan perekonomian masyarakat disekitar sana, pungkasnya.