Pembudidaya Ikan Desa Kumpulrejo Kabupaten Bojonegoro Study Banding Panggul Ikan Ke Pokdakan Berkah Siongan

posted in: Berita | 0

Pakan ikan merupakan salah satu komponen penting dalam usaha perikanan budidaya. Secara teknis, biaya pakan dalam kegiatan budidaya adalah 60 – 80% dari biaya produksi. Kualitas dan kuantitas pakan ikan sangat menentukan hasil produksi serta keuntungan usaha pembudidayaan ikan.  Permasalahan ini memberikan ketidakpastian dalam usaha pembudidayaan ikan sehingga perlu dapat segera diatasi. Permasalahan ini dirasakan oleh seluruh pembudidaya ikan, bahkan perhatian ini juga dirasakan ditingkat desa.

Pada hari Jum’at, 17/11 bertempat dirumah Bapak Wahyudiono, Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan) Berkah Siongan, Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo mendapat kunjungan Pembudidaya Ikan dari Desa Kumpul Rejo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro sebanyak 21 (Dua Puluh Satu) Orang. Kunjungan tersebut dilaksanakan selama 1 hari meliputi diskusi dan dilanjutkan praktek budidaya ikan lele dan pembuatan pakan.

Saiful salah satu peserta menyampaikan kita mengunjungi lokasi POKDAKAN Berkah Siongan dalam rangka study banding pembuatan pakan Ikan Lele dan budidaya Ikan Lele. Desa Kumpulrejo terdapat pembudidaya ikan lele yang telah membuat pakan ikan mandiri, akan tetapi setelah diberikan pada ikan, terjadi permasalahan yaitu air cepat kotor dan ikan tidak tumbuh dengan normal dan cenderung kurus, tambahnya.

Hal tersebut ditanggapi dengan baik oleh Bapak Wahyudiono, yang memberikan penjelasan bahwa air cepat kotor merupakan sisa pakan ikan yang tidak terserap oleh pencernaan ikan, dikarenakan usus ikan karnivora khususnya ikan lele cenderung lebih pendek dari ikan herbivora sehingga dibutuhkan bahan pakan yang sangat halus (partikel) dan difermentasi. Karena banyak nutrisi pakan yang tidak terserap oleh ikan, maka ikan tidak tumbuh dengan baik.

Asmiyati, Kepala Seksi Produksi Budidaya pada Dinas Perkanan Kabupaten Probolinggo saat ikut mendampingi kunjungan tersebut menyampaikan kami sangat senang sekali dengan adannya kunjungan pembudidaya ikan dari daerah lain. ” Penerapan teknologi Panggul Ikan (Pakan Unggul Ikan) adalah inovasi dalam implementasi kegiatan budidaya air tawar. Bentuk kegiatannya mudah dan bisa diterapkan oleh semua orang. Karena pembudidaya bisa membuat pakan secara mandiri dengan memanfaatkan potensi yang ada.

Melalui karyanya, yaitu PANGGUL IKAN itulah maka Bapak Wahyudiono mendapatkan penghargaan Inovasi Teknologi di tingkat Kabupaten dan Propinsi Jawa Timur pada Tahun 2017, tegas asmi.

Selain diskusi dan melihat praktek budidaya ikan lele serta pembuatan pakan. Pembudidaya Desa Kumpulrejo diberikan diberikan SOP (Standar Operasional Prosedur) Pembuatan Pakan Ikan Menggunakan Bahan Baku Lokal, Jamu Organik, dan Budidaya Ikan Menggunakan Pakan Mandiri oleh Bapak Wahyudiono. Tujuannya untuk menunjang keberhasilan budidaya ikan lele menggunakan pakan alternative dan Diharapkan agar budidaya lele dapat lebih sukses dikarenakan dapat menekan biaya pakan, tidak hanya di Desa Kumpulrejo, bahkan di desa – desa lainnya.